Uang Makan PNS Naik

Saturday, November 22nd 2014. | Berita

uang makan pns

Usulan kenaikan anggaran uang makan sebanyak 7.250 Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi didukung tim Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bengkulu. Namun, realisasinya tidak diberikan dalam bentuk uang. Melainkan diberikan dalam bentuk makanan nasi bungkus langsung. Tujuannya agar Pegawai Negeri Sipil yang malas, alias tidak masuk kantor tidak bisa menikmatinya.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bengkulu setuju anggaran uang makan dengan kondisi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak dinaikan dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu. Tapi jika diberikan dalam bentuk uang, pasti akan terjadi kesenjangan. Sebab Pegawai Negeri Sipil yang malas tetap akan bisa menikmatinya. Namun, jika diberikan dalam bentuk makanan langsung, maka tentu akan lebih efektif. Jika perlu, pelaksanaan pembagian nasi bungkusnya senilai Rp 15 ribu itu diberikan pada saat siang hari di waktu jam istirahat.

Selama ini banyak Pegawai Negeri Sipil yang tidak masuk kantor tetap menikmati uang makan yang diberikan dalam bentuk uang per bulan. Selain itu, banyaknya Pegawai Negeri Sipil pulang di jam istirahat dan akhirnya tidak datang kembali ke kantor, serta ada juga yang datang setelah akan apel pulang. Hal ini dinilai tidak efektif. Dalam hal ini, yang diberikan anggaran uang makan adalah Pegawai Negeri Sipil yang bekerja 5 hari sesuai aturan. Kemudian, jangan sampai juga anggaran makan dan minum Pegawai Negeri Sipil di SKPD juga terjadi tumpang tindih. Sebab, selama ini cukup banyak anggaran uang makan di SKPD tersebut.

Usulan tersebut akan dikaji lebih lanjut. Karena jangan sampai anggaran itu hanya untuk menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Terutama untuk Pegawai Negeri Sipil yang tidak efektif melaksanakan tugasnya. Selama ini, banyak Pegawai Negeri Sipil yang malas namun tetap diberikan uang makan. Seharusnya, bagi Pegawai Negeri Sipil yang tidak masuk, uang makan wajib dipotong.

Jika akan diberikan dalam bentuk uang per bulan, tetap harus ada sanksi bagi Pegawai Negeri Sipil tidak absen. Anggaran itu diberikan untuk membantu Pegawai Negeri Sipil yang aktif masuk kantor. Jika Pegawai Negeri Sipil yang tengah melakukan Perjalanan Dinas Luar atau benar-benar tidak masuk, baik sakit ataupun tanpa keterangan, seharusnya tidak perlu diberikan uang makan. Karena hal tersebut dianggap merugikan keuangan negara.

Untuk mengetahui Pegawai Negeri Sipil tersebut benar-benar hadir masuk kantor atau tidak, memang harus ada absen sidik jari. Sehingga Pegawai Negeri Sipil tidak bisa memanipulasi daftar kehadiranya. Artinya uang makan yang diberikan harus dibayarkan sesuai daftar kehadiran. Mekanisme pembayaran harus dilakukan secara jelas. Setiap bulan seharusnya membayar uang makan ketika hadir saja. Pegawai Negeri Sipil yang Dinas Luar, Sakit atau absen tanpa keterangan, tidak boleh diberikan.


Facebook Google + Twitter
Tags: , , ,