Menurut Pejabat ini Gaji PNS DKI Jakarta Terlalu Besar

Saturday, January 31st 2015. | Berita

Menurut Joko Kundaryo, selaku Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Perdagangan DKI, Gaji pegawai negeri sipil yang juga ditambahkan dengan adanya tunjangan kinerja dinamis (TKD) dianggap sangat besar. Dengan gaji sebesar itu dinilai tidak setara dengan pekerjaan para PNS.

gaji pns

“Besar sekali, terlalu besar. Harusnya TKD dinamis bisa buat uang pensiun PNS, lebih baik,” ujar Joko yang dilansir dari Kompas.com.

Joko juga menilai, gaji PNS yang saat ini ditambahkan dengan TKD statis dirasa sudah sangat cukup daripada harus ditambah dengan TKD dinamis. Jika sistem TKD dinamis ini diterapkan mulai dari sekarang, maka dana pensiun tidak akan mencukupi untuk para pegawai yang telah pensiun dari masa kerjanya.

Joko juga beranggapan bahwa gaji yang diterimanya masih terlalu besar. Joko mendapatkan gaji sebagai kepala dinas sebesar Rp 75.642.000. Walau begitu, Joko tetap menyerahkan pelaksanaan program tersebut kepada perangkat daerah yang lebih memiliki hak untuk memutuskan.

PemProv DKI Jakarta sudah membuat anggaran kurang lebih Rp 19 triliun untuk gaji pegawai. Menurut Etty Agustijani selaku Kepala Bidang Kesejahteraan Masyarakat dan Pensiun BKD, jumlah anggaran tersebut sudah ada di dalam rancangan APBD DKI 2015. Perhitungan anggaran ini juga dinilai sudah tepat.

Kebijakan untuk meningkatkan gaji para PNS yang diusung oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ini bertujuan untuk mengalihkan nilai honorarium yang sudah dipangkas. Ettu juga mengungkapkan, jumlah nilai honorarium dalam APBD DKI sudah menghabiskan 30%-40% dari total APBD saat ini.

“Masing-masing pegawai itu bekerja sekitar 7,5 jam dan lima jam efektif bekerjanya. Kalau dimenitkan, ada lima jam kerja dikali 20 hari kerja, dikali 60 menit, sehingga dalam sebulan sekitar 600 menit. Waktu itulah yang akan dikonversi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dicapai setiap harinya. Misalnya, mengetik surat, sudah dibobotkan mulai ringan, sedang, dan berat. Itu yang akan dipoinkan menjadi TKD dinamis,”  jelas Etty.


Facebook Google + Twitter