Ahok Tidak Setuju Sanksi Potong Gaji Rp 500.000 untuk PNS yang Datang Telat

Saturday, January 31st 2015. | Berita PNS

Beberapa waktu yang lalu ada berita yang mengejutkan untuk para PNS DKI yang datang dari Badan Kepegawaian Daerah yaitu tentang pemotongan gaji para PNS yang telat sau menit, Tidak tanggung-tanggun, tiap satu menit terlambat akan dikenakan sanksi potong gaji sebesar Rp 500.000.

pegawai negeri sipil

Peraturan ini membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sontak menjadi kaget. Ia benar-benar terkejut dengan adanya peraturan pemotongan gaji PNS sebesar Rp 500.000 jika datang terlambat. Ahok sendiri merasa belum tahu tentang adanya rencana BKD terkait peraturan tersebut.

“Kalau (gaji dipotong Rp 500.000) satu menit mah itu sangat keterlaluan,” Ujar Ahok, di Balaikota, Jumat (30/1/2015).

Walau begitu, Ahok meminta kepada segenap wartawan untuk mengkonfirmasi lebih lanjut kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan juga Inspektorat DKI. Namun, walaupun kebijakan itu diberlakukan, untuk perhitungan keterlambatan masuk kantor tidak dihitung per menit, tetapi akan dihitung per 30 menit atau satu jam.

“Di Kedutaan Besar Amerika Serikat saja, hitungannya jam kok, tiap setengah atau satu jam dipotong gajinya,” tutur Basuki.

Munculnya kebijakan ini diungkapkan oleh Kepala Inspektorat DKI. Lasro Marbun, ia menjelaskan akan lebih tegas lagi dalam memberikan sanksi untuk PNS yang malas bekerja, termasuk sanksi pemotongan gaji Rp 500.000 setiap terlambat satu menit terhitung mulai jam masuk kerja 07.30 WIB.

“Untuk sanksi individu, kami akan lihat absensinya. Jika pegawai terlambat, gajinya akan dipotong cukup besar, Rp 500.000 per menit. Ini kami lakukan sebagai bentuk pengawasan kepada para PNS DKI, supaya memiliki kinerja yang baik,” ujar Lasro.

Dengan adanya kebijakan ini maka diharapkan para PNS bisa bekerja lebih maksimal dan optimal. Kalau memang tidak pernah datang telat, kenapa harus takut potong gaji? betul kan.


Facebook Google + Twitter