Berita

6 Peserta CPNS Langsung Gugur Sebelum Tes Dimulai

6 orang gugur sistem CPNS

6 orang gugur sistem CPNS

Pada sesi pertama tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ternyata sudah ada 6 peserta yang dinyatakan gugur oleh panitia penyelenggara. Hal ini dikarenakan mereka terlambat hadir dan juga tidak dapat menunjukkan kartu ID saat tes.

Besar kemungkinan jumlah peserta yang gugur akan bertambah banyak, karena 6 orang yang gugur tersebut merupakan peserta tes CPNS yang harus mengikuti tes yang dimulai pada pagi hari di sesi pertama. Sedangkan, untuk sesi selanjutnya masih ada ribuan peserta lainnya dan tidak menutup kemungkinan akan ada juga peserta yang akan mengalami hal yang serupa.

Pada hari pertama pelaksanaan tes CPNS, BKOD Kota Pontianak menyelenggarakan tes menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT). Tes ini diadakan hingga sore hari yang diikuti oleh 840 orang.

Para peserta diwajibkan datang ke ruang tes pada pukul 06.30 WIB yang berlokasi di Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pontianak. Sesuai dengan perarturan yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara, para peserta yang datang terlambat atau melebihi waktu yang sudah ditentukan maka akan langsung didiskualifikasi.

“Jadi sesuai dengan yang kami sampaikan sebelumnya, peserta harus hadir tepat waktu sebab jika tidak maka peserta akan didiskualifikasi. Nah, pada sesi pertama hari ini sebanyak 140 orang peserta namun ada enam peserta terlambat datang sehingga kita diskualifikasi,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pontianak, Khairil Anwar, di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Berdasarkan data yang di dapat oleh pemerintah Kota Pontianak bahwa jumlah peserta tes CPNS tahun ini sebanyak 2.229 pelamar. Berdasarkan pengakuan dari Kepala BKD untuk sistem tes seleksi CPNS menggunakan CAT di Kota Pontianak tidak ada hambatan dan semuanya berjalan dengan lancar.

Ruang tes CPNS awalnya disegel terlebih dahulu demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum tes CPNS berlangsung. Ketika tes seleksi akan dimulai, ruangan yang disegel sebelumnya dibuka secara resmi oleh Kepala BKD Kota Pontianak dan juga Auditor Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Barat, Aderial Adelis, dan juga disaksikan oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalbar, Agus Priyadi, dan juga pihak lainnya yang terkait.

“Kami didampingi pengawas baik dari internal maupun eksternal seperti dari panitia pusat, BPKP dan Ombudsman,” ujar Khairil Anwar, Kepala BKD.

Khairil juga menyampaikan pesan kepada para peserta agar membaca soal-soal tes CPNS dengan teliti sehingga akan terasa mudah saat dikerjakan. Soal tes CPNS itu sendiri terdiri dari 3 bagian dengan total 100 butir soal, yaitu Intelejensial Umum (IU), Wawasan Kebangsaan dan Tes Kepribadian. Waktu yang diberikan untuk menjawab semua soal tersebut yaitu 90 menit.

“Di sinilah peserta berkompetisi siapa yang terbaik karena dilayar monitor bisa langsung dilihat nilai masing-masing peserta sesuai dengan jawaban yang diisinya,” jelas Khairil.

Aderial Adelis selaku Auditor dari BKP Kalimantan Barat menyatakan, pihaknya beserta Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat dan juga BKPD Provinsi Kalbar juga ikut menyaksikan secara langsung pembukaan segel ruang tes CPNS yang menggunakan sistem CAT.

“Kami lihat tadi kunci ruangan tersegel, tombol on-off server juga disegel dan kita juga telah lihat bersama-sama saat segel dibuka,” kata Aderial.

Sedangkan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalbar, Agus Priyadi, menjelaskan, bahwa sistem CAT dalam tes CPNS ini sudah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, dimana para pengawas eksternal juga dilibatkan dalam pelaksaan tes CPNS.

“Sistem rekrutmen CPNS yang transparan seperti ini yang kita harapkan. “Peserta juga bisa langsung melihat secara transparan hasil nilai yang diperolehnya,” katanya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top